Langkah Baru TPQ Istiqoomah: Memperkuat Fondasi Dakwah Melalui Digitalisasi dan Manajerial

Kabartabligh.com – Selasa malam (10/3), saat hiruk-pikuk kota mulai mereda, sebuah ruang di Jalan Jojoran 3 No. 146 justru tampak hidup dengan energi yang berbeda. Di bawah naungan atap Masjid Istiqoomah, para pejuang Al-Qur’an berkumpul bukan sekadar untuk bertemu, melainkan untuk sebuah misi besar yakni Upgrading SDM & Digitalisasi.

Lampu masjid yang benderang menjadi saksi bisu bagaimana TPQ Istiqoomah sedang bertransformasi. Kegiatan “upgrading” ustadz dan ustadzah malam itu tidak berjalan kaku. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah, suasana justru cair dengan diskusi taktis dan praktik langsung.

Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Menginspirasi

Kepala TPQ Istiqoomah, Ustadzah Siti Raafiana Ulfa, menekankan bahwa tantangan zaman menuntut guru ngaji untuk lebih dari sekadar fasih tajwid.

“Alhamdulillah, bertambah wawasan kami. Kami kini lebih percaya diri untuk meningkatkan kualitas TPQ karena tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya dengan nada optimis.

Fokus utama malam itu sangat spesifik dan kekinian

  1. Revolusi Digital:Meng-upgrade media promosi agar dakwah Al-Qur’an tampil estetik di layar gawai wali santri.
  2. Manajemen Modern:Penyusunan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) tiap divisi agar gerak langkah lembaga lebih presisi.
  3. Proker ‘Next Gen’: Merancang program kerja yang unggul namun tetap relevan dengan dunia anak-anak masa kini.

Dukungan Penuh dari Akar Rumput

Hadirnya tokoh-tokoh kunci seperti Ust. Imam Sapari (Pembina TPQ) dan Ust. Khoirul Basori (Ketua Takmir) memberikan suntikan moral yang luar biasa. Ust. Khoirul Basori menegaskan komitmennya untuk berdiri di belakang para guru.

“Kami siap support penuh. Semangat untuk para asatidz harus terus menyala,” tegasnya singkat namun bertenaga.

Teori yang Membumi

Uniknya, setiap divisi ditantang untuk langsung mempresentasikan program kerja beserta anggaran yang dibutuhkan. Hal ini melatih transparansi sekaligus akuntabilitas organisasi sejak dini. Dengan metode “Teori-Praktik-Penguatan”, setiap ustadz dan ustadzah pulang membawa bekal konkret, bukan sekadar catatan di atas kertas.

Upaya TPQ Istiqoomah ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di Surabaya tidak boleh kalah langkah. Jika Anda mencari contoh bagaimana spiritualitas bertemu dengan manajemen profesional, Jojoran 3 adalah tempatnya.

Penulis Sintha Dewi Rachmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *