Majelis Tabligh PDM Surabaya Gelar Pelatihan Metode Mumtaz untuk Pengajar Al-Qur’an

Kabartabligh.com – Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya menggelar pelatihan internal Training of Trainer (ToT) Metode Mumtaz Jilid 1 di Masjid Al Anwar Surabaya, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber H Mochammad Sa’roni SAg MPdI dan diikuti para pengajar di lingkungan majelis.

Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya dalam sambutannya menjelaskan bahwa metode tersebut dinilai efektif untuk diterapkan di sekolah maupun majelis taklim. Ia menuturkan pengalaman bersama saat mempelajari metode serupa di luar kota dan menilai pendekatan ini tidak hanya membantu peserta membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya melalui penerjemahan.

Dalam pemaparannya, Sa’roni menjelaskan bahwa Metode Mumtaz dirancang sebagai paket pembelajaran terpadu yang mencakup penguasaan nahwu, penambahan kosakata, serta latihan percakapan bahasa Arab. Menurutnya, kemampuan bahasa Arab menjadi kebutuhan penting bagi penuntut ilmu agama.

“Selama ini kita sering mempelajari fikih dan tafsir, tetapi penguasaan bahasa Arab masih kurang. Padahal bahasa adalah kunci memahami sumber ilmu,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pengajaran metode ini menuntut konsistensi dan pengulangan agar materi melekat. Pengajar juga dianjurkan menggunakan pendekatan yang menyenangkan agar santri tidak mudah bosan, termasuk melakukan tes bergantian untuk melatih hafalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengajar.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh keakraban. Salah satu peserta, sempat lupa saat diuji sehingga memancing tawa peserta lain yang kemudian ikut membantu mengoreksi. Momen serupa terjadi ketika dipanggil untuk membaca, namun akan keluar ruangan sehingga peserta lain berseloroh bahwa ia menghindari tes.

Kegiatan ToT ini diharapkan menjadi langkah awal penyebaran metode pembelajaran bahasa Arab praktis di lingkungan pendidikan dan dakwah persyarikatan, sehingga para pengajar mampu membimbing peserta didik memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam.

Penulis Syahroni Nur Wachid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *