Membangun Karakter Melalui Kurikulum Kesabaran

Kabartabligh.com – Kemajuan teknologi menjamin kebutuhan manusia serba mudah dan instan. Dimanjakan teknologi dalam jangka waktu yang lama dapat membentuk perilaku manusia, perilaku serba instan yang menjadi karakter individu bahkan budaya kolektif, maunya serba mudah dan cepat tanpa upaya keras.

Ingin pintar tanpa proses giat belajar, sukses tanpa melalui jatuh bangun, kaya tanpa proses berlelah-lelah. Namun karakter tidak pernah lahir dari perilaku atau budaya instan. Ia tumbuh dari konsistensi yang panjang, dibentuk oleh kesabaran yang panjang dan berulang-ulang.


Sabar, dalam bahasa Arab disebut al-habsu yang berarti menahan diri. Menahan bukan hanya dalam makna fisik berupa sakit dan lelah, tetapi juga menahan diri dari pergolakan batin berupa malas, amarah, kecewa, iri, dan putus asa.

Dalam syari’at, sabar dimaknai sebai kemampuan menahan diri dalam tiga hal yaitu: taat kepada Allah, meninggalkan larangan-Nya, dan menerima takdir-Nya meski pahit sekalipuan. Rasulullah mengajarkan “الصَّبْرُ نِصْفُ الإِيمَانِ”, sabar adalah separuh dari iman.


Sabar adalah fondasi bangunan karakter. Dari sabar lahirlah karakter-karakter positif. Sabar menahan syahwat melhirkan iffah, kemampuan menjaga diri. Sabar menahan marah dan dendam menumbuhkan al-hilmu, kebijaksanaan yang mendalam.

Sabar dalam kekurangan melahirkan qanaah, rasa cukup yang menenangkan. Sabar dalam kesederhanaan hidup melahirkan sifat zuhud, sikap merdeka dari perbudakan dunia.

Imam Syafi’i mengatakan bahwa kesabaran adalah akhlak mulia yang dengannya seseorang mampu menghalau segala rintangan. Sabar bukan kelemahan, melainkan kekuatan penopanguntuk tegak berdiri dalam segala medan juang.


QS. Fussilat: 35 menegaskan bahwa sifat-sifat baik tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar. Allah mengajarkan bahwa karakter positif adalah anugerah khusus bagi mereka yang tahan uji.

Dalam dunia pendidikan, kurikulum akademik sering berganti. Ganti menteri ganti kurikulum. Namun kurikulum baru tidak pernah menyentuh substansi pendidikan karakter.

Karakter terbentuk di lapis paling dasar, direlung jiwa yang paling dalam. Bukan sekedar pada lapis kognitif dalam dimensi intelektual, namun harus menyentuh pada lapis emosional dan spiritual.

Sebagaimana misi diutusnya Rasulullah adalah untuk mendidikan karakter mulia “Li Utammima Makaarimal Akhlaq”.
Konsep pembentukan karakter melalui pembiasaan telah lama diajarkan dalam Islam. Para ulama memaparkan konsep riyadhah an-nafs, latihan jiwa yang dilakukan berulang-ulang hingga menjadi tabiat.

Perubahan perilaku dan karakter tak lepas dari lingkungan. Psikolog menyebutnya Peer Influence, upaya adaptasi terhadap norma dan perilaku kolektif dimana dan dengan siapa ia bergaul.

Konsep Jim Rhon yang populer “You are the average of the five people you spend the most time with.”, Kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering kamu habiskan waktu bersama mereka.

Prinsip ini selaras dengan gagasan dalam buku best seller “Atomic Habits” karya James Clear yang menjelaskan bahwa perubahan besar lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten, akumulasi dari disiplin kecil yang dilakukan setiap hari dalam durasi yang lama. Begitulah sabar membentuk karakter manusia.


Manusia-manusia pemenang adalah mereka yang sabar. Kemenangan tidak lahir dari kekuatan fisik semata, tetapi dari kesabaran yang terus dirawat (QS. Ali ‘Imran: 200). Hidup selalu berisi ujian, manusia diuji akan rasa takut, lapar, kehilangan, dan berbagai kekurangan (QS. Al-Baqarah: 155).

Namun memastikan “Wa Basyiris Shobirin”, happy ending bagi orang yang bersabar. Allah memberikan garansi juga untuk orang-orang sabar, bahwa pertolongan-Nya selalu menyertai mereka asalkan mereka menjaga kesabaran (QS. Al-Baqarah: 153).


Sabar adalah kurikulum sepanjang hayat, belajarnya melalui ujian berlapis-lapis, butuh stamina yang panjang untuk menjadi sabar. Darinya lahir karakter mulia, etos bertahan demi kebaikan yang lebih besar diwaktu mendatang.

Penulis Syafi’ur Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *