Umar bin Abdul Aziz : Khalifah Adil yang Membawa Kesejahteraan hingga Zakat Tak Tersalurkan

Kabartabligh.com – Umar bin Abdul Aziz , khalifah Bani Umayyah yang memimpin pada tahun 717–720 M, dikenal sebagai teladan kepemimpinan Islam yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Dalam waktu singkat, ia berhasil menciptakan pemerintahan yang bersih, adil, dan makmur. Bahkan, sejarah mencatat, pada masa pemerintahannya hampir tidak ada rakyat yang mau menerima zakat karena kebutuhan mereka telah tercukupi.
Menghapus Pajak yang Menzalimi
Salah satu langkah awal Umar bin Abdul Aziz adalah menghapus pajak yang memberatkan rakyat. Ia hanya memberlakukan pungutan sesuai syariat, yaitu zakat, jizyah, dan kharaj, tanpa tambahan yang memberatkan. Kebijakan ini langsung meringankan beban ekonomi rakyat dan menumbuhkan kepercayaan terhadap pemerintah.
Mengembalikan Harta Rakyat
Umar bin Abdul Aziz juga mengembalikan harta negara yang sebelumnya dirampas oleh pejabat atau keluarganya kepada pemilik sah. Tanah, emas, dan aset yang diperoleh secara tidak halal dikembalikan, sehingga distribusi kekayaan menjadi lebih merata dan kesenjangan sosial berkurang drastis.
Distribusi Zakat yang Tepat Sasaran
Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya, Umar memastikan zakat hanya disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Hasilnya, kebutuhan dasar fakir miskin terpenuhi. Di beberapa wilayah, petugas zakat bahkan kebingungan karena tak menemukan orang miskin, sehingga dana zakat digunakan untuk membebaskan budak dan membangun infrastruktur.
Reformasi Aparat dan Administrasi Negara
Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, Umar memecat pejabat yang korup dan menaikkan gaji pegawai negara ke tingkat yang layak. Dengan begitu, mereka dapat bekerja dengan jujur dan profesional. Administrasi negara pun menjadi lebih rapi dan efisien.
Fokus pada Pendidikan dan Dakwah
Umar memprioritaskan pendidikan dengan menggaji guru dan pengajar Al-Qur’an, serta memperluas dakwah Islam. Rakyat dibekali ilmu agama dan hukum, melahirkan generasi berilmu yang mampu melanjutkan pembangunan dengan nilai-nilai Islam.
Kesejahteraan Sosial dan Pelayanan Kesehatan
Kesehatan dan kehidupan sosial rakyat juga menjadi perhatian. Umar menyediakan pengobatan gratis, membantu biaya pernikahan pemuda miskin, serta memberi santunan kepada anak yatim, lansia, dan penyandang disabilitas.
Keteladanan Hidup Sederhana
Yang tak kalah penting, Umar memberikan teladan dengan hidup sederhana. Ia menolak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan keluarganya, mengenakan pakaian biasa, dan makan secukupnya. Sikap ini menjadi inspirasi bagi pejabat untuk tidak berfoya-foya dan menjauh dari korupsi.
Pelajaran untuk Masa Kini
Kebijakan Umar bin Abdul Aziz membuktikan bahwa kesejahteraan rakyat dapat dicapai dengan keadilan, amanah, dan pengelolaan harta publik yang benar. Kepemimpinannya menjadi bukti bahwa Islam bukan hanya agama, tetapi juga sistem yang mampu menciptakan keadilan sosial dan ekonomi.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS. An-Nahl: 90)