Utsman bin Affan : Kisah Crazy Rich Muslim yang Jadi Khalifah

utsman bin affan

Kabartabligh.com – Utsman bin Affan berasal dari klan Bani Umayyah, salah satu klan terkemuka dan paling berpengaruh di suku Quraisy di Mekah. Silsilahnya adalah Utsman bin Affan bin Abu al-‘As bin Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf. Silsilah ini bersambung dengan Nabi Muhammad SAW pada kakek mereka yang sama, yaitu Abd Manaf.

Hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW sangatlah istimewa. Utsman adalah menantu beliau, menikahi dua putri Nabi secara bergantian, yaitu Ruqayyah dan kemudian Ummu Kultsum. Karena kehormatan ini, beliau dijuluki Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya). Setelah Ruqayyah meninggal, Utsman merasa sangat sedih karena hubungannya dengan Nabi terputus. Namun, Nabi menawari Ummu Kultsum untuk dinikahi Utsman, yang menunjukkan betapa besar penghargaan dan kepercayaan Nabi terhadapnya.

 

Masa Jahiliyah

Sebelum Islam, Utsman bin Affan dikenal sebagai sosok yang cerdas, terpandang, dan sangat kaya raya. Beliau aktif dalam perdagangan dan bisnis, yang membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di Mekah. Namun, kekayaan ini tidak membuatnya sombong atau arogan. Sebaliknya, Beliau dikenal karena sifatnya yang lembut, dermawan, jujur, dan memiliki reputasi baik di antara masyarakat Mekah. Ia juga dikenal karena rasa malu dan kesopanannya yang luar biasa.

Meskipun hidup dalam masyarakat yang penuh dengan praktik Jahiliyah, Utsman tidak pernah terlibat dalam kebiasaan buruk seperti minum khamr atau berzina. Kehidupannya menunjukkan moralitas yang tinggi bahkan sebelum datangnya Islam.

 

Masuk Islam

Keislamannya adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah awal Islam. Beliau masuk Islam melalui ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Suatu hari, ketika beliau sedang berdiskusi dengan Abu Bakar, Abu Bakar menyampaikan tentang ajaran tauhid dan kenabian Muhammad SAW. Setelah mendengarkan dengan seksama, Utsman merasa ajaran ini sejalan dengan hati nuraninya. Tanpa ragu, beliau langsung menemui Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Masuknya Utsman, yang merupakan sosok terpandang dan kaya, memberikan kekuatan moral yang besar bagi kaum Muslimin yang saat itu masih minoritas dan menghadapi penganiayaan. Dengan keislamannya, Utsman tidak hanya membawa dirinya sendiri, tetapi juga pengaruh, harta, dan kemampuannya untuk mendukung dakwah Islam. Beliau adalah salah satu dari “Empat Khalifah” dan “Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga” yang sangat dihormati. Kontribusinya terus berlanjut sepanjang hidupnya, dari menjadi donatur utama dalam banyak kampanye militer hingga menjadi khalifah yang menyatukan umat Islam dengan mushaf Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *