Bagaimana Iman yang Benar Menurut Al-Qur’an

Oleh Ust Suhadi M Sahli
Pentingnya Tauhid dan Harapan Keselamatan Akhirat
-
Islam hadir untuk membawa manusia dari kehidupan yang gelap, penuh dosa, dan kesyirikan menuju kehidupan yang terang benderang dengan berlandaskan tauhid (mengesakan Allah).
-
Berdasarkan Surat Al-Bayyinah ayat 6, mereka yang menyekutukan Allah akan kekal di neraka, sedangkan umat Islam senantiasa berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah sehingga bisa langsung masuk surga tanpa harus melewati siksa neraka.
Memaksimalkan Momentum Bulan Ramadan
-
Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas iman, amal ibadah (seperti puasa, salat fardu, tarawih, dan tadarus), serta akhlak.
-
Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala ibadah; yang sunah bernilai seperti ibadah wajib, dan yang wajib dilipatgandakan hingga 70 kali lipat. Terlebih lagi, terdapat malam Lailatulqadar yang pahalanya setara dengan beribadah selama 1.000 bulan (sekitar 81 tahun).
7 Kriteria Iman yang Benar Menurut Al-Qur’an Merujuk pada firman Allah dalam Surat Al-Hujurat ayat 15 dan Surat Al-Anfal ayat 2-4, ust Suhadi menjabarkan tujuh ciri orang mukmin yang sejati:
-
Beriman Tanpa Ragu: Percaya sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya serta meletakkan kecintaan kepada keduanya di atas segala-galanya (harta, keluarga, maupun jabatan).
-
Berjuang di Jalan Allah: Bersedia menggunakan harta benda dan jiwa raganya untuk menegakkan ajaran Islam.
-
Hatinya Bergetar saat Mengingat Allah: Apabila nama Allah disebut (seperti saat kumandang azan), hatinya langsung terpanggil dan raganya bergerak untuk segera mengambil air wudu dan mendirikan salat berjemaah.
-
Imannya Bertambah saat Menyimak Ayat Allah: Imannya semakin menguat ketika mengamati kebesaran Allah melalui ayat Qauliyah (membaca Al-Qur’an) maupun ayat Kauniyah (mengamati alam semesta dan menyadari bertambahnya usia/tanda-tanda penuaan pada diri sendiri).
-
Bertawakal Penuh: Selalu menyerahkan dan menggantungkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk, harta, atau jabatannya.
-
Mendirikan Salat: Menjaga salat lima waktu dalam kondisi apa pun, karena salat merupakan pembeda utama antara seorang muslim dan orang yang ingkar.
-
Suka Berinfak: Membelanjakan rezeki yang dititipkan Allah ke jalan yang benar (untuk keluarga, fakir miskin, dan panti asuhan), serta tidak memiliki sifat pelit atau rakus.
Sebagai penutup, dijelaskan bahwa mereka yang mampu memenuhi kriteria iman yang benar ini akan diberikan derajat yang tinggi di sisi Allah, diampuni segala dosa-dosanya, dan dikaruniakan rezeki yang mulia berupa surga.

