LIDAH PENYAYAT HATI

Imam Syaukani

Ngaji Dino Iki # 1941

LIDAH PENYAYAT HATI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

A person’s tongue can give you the taste of his heart.
(“Lidah seseorang dapat memberimu cita rasa hatinya.”)

Rasulallah saw telah bersabda:
سَتَكُونُ فِتْنَةٌ صَمَّاءُ بَكْمَاءُ عَمْيَاءُ مَنْ أَشْرَفَ لَهَا اسْتَشْرَفَتْ لَهُ وَإِشْرَافُ اللِّسَانِ فِيهَا كَوُقُوعِ السَّيْفِ
Sunan Abu Daud 3720: “Akan terjadi fitnah, orang-orang tidak lagi dapat mendengar, bisu dan tuli dari kebenaran, barang siapa yang mencoba untuk mendekati fitnah tersebut maka ia akan tertarik ke dalamnya, dan ikut serta dalam mengumbar lisan di dalamnya seperti memukulkan pedang (dalam mengakibatkan bahaya dan luka).”

Setiap kata yang meluncur dari lisan kita bisa menjadi live report dari ruang terdalam hati kita.
Ucapan bisa menjadi duta kebaikan yang menebar kehangatan, atau — naudzubillah — ucapan bisa juga menjadi pisau yang menyayat hati orang lain.

“Keunggulan manusia ada pada perkataannya. Tapi kehancurannya pun berasal dari sana (perkataan nya), tegas Aristoteles.

Kita perlu diam sejenak sebelum berbicara. Saring dengan 3 lapis saringan:
“Apakah ini benar ? Apakah ini Perlu ? Apakan ini perkataan yang Lembut ?”

Ingatlah, Allah swt telah berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Not a word does he utter but there is a sentinel by him, ready (to note it).
Artinya:
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18).

Dan Rasulullah saw bersabda pula:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Shahih Muslim 5304: “Sesungguhnya hamba mengucapkan kalimat tanpa diteliti yang karenanya ia terlempar ke neraka sejauh antara timur dan barat.”

Mari mulai memperbaiki diri dari memperbaiki lisan agar kita hidup tenang dan bahagia serta selamat dunia yang berlanjut ke negeri keabadian (Akherat).
Aamiin yaa rabbal ‘Alamien

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, MA
Wakil ketua PDM Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *