NAFKAH UNTUK KELUARGA

Syaukani

Ngaji Dino Iki # 2014

NAFKAH UNTUK KELUARGA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nothing’s at the level of spending for the family, not even jihad in the path of Allah swt.
(“Tidak ada amalan yang sebanding dengan menafkahi keluarga, bahkan tidak pula jihad di jalan Allah.”)

Sumber perkataan ulama tabi’ut tabi’in ini adalah hadits:
أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Shahih Muslim 1660: “Sebaik-baik dinar yang dinafkahkan seseorang, ialah yang dinafkahkan untuk keluarganya, untuk ternak yang depeliharanya, untuk kepentingan membela agama Allah, dan nafkah untuk para sahabatnya yang berperang di jalan Allah.”

Dalam riwayat yang lain, disebutkan:
أَفْضَلُ الدِّينَارِ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ أَبُو قِلَابَةَ بَدَأَ بِالْعِيَالِ ثُمَّ قَالَ فَأَيُّ رَجُلٍ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ رَجُلٍ يُنْفِقُ عَلَى عِيَالٍ لَهُ صِغَارٍ يُعِفُّهُمْ اللَّهُ بِهِ وَيُغْنِيهِمْ اللَّهُ بِهِ
Sunan Tirmidzi 1889: “Dinar yang paling utama adalah Dinar yang diinfakkan seseorang untuk keluarganya, Dinar yang dibelanjakan seseorang untuk kendaraannya di jalan Allah, dan Dinar yang dibelanjakan oleh seseorang untuk para sahabatnya di jalan Allah.” Abu Qilabah berkata; Beliau memulai dengan keluarga. Kemudian beliau berkata: “Lalu siapakah yang lebih besar (pahalanya) daripada seorang yang membelanjakan hartanya untuk keluarganya, dimana dengannya Allah memuliakan mereka dan memberi mereka kecukupan ?”

Di tengah suasana libur lebaran, lihatlah pengeluaran sebagai investasi.
Karena in syaa Allah, senyum bahagia keluarga dan perhatian kita jauh lebih tinggi nilainya di sisi Allah daripada banyak amalan lainnya.

Imam Nawawi dalam syarah-nya berkata:
“Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan menafkahi keluarga dan bahwa itu lebih utama dari banyak bentuk sedekah lainnya.”

Yang lebih penting dari semua adalah janji Allah untuk mengganti harta yang dinafkahkan, dengan ganti yang lebih baik.
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
And nothing do ye spend in the least (in His Cause) but He replaces it: for He is the Best of those who grant Sustenance.
Artinya:
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba’: 39).

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, M.A.
Wakil ketua PDM Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *