Perkuat Akar Ideologi, PCA Gubeng Gelar Kajian Serentak Ramadhan: Jadikan Keluarga Sentral Kaderisasi
Kabartabligh.com – Menyadari bahwa keberlanjutan dakwah persyarikatan bermula dari rumah, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gubeng sukses menggelar “Kajian Serentak Ramadhan 1447 H”. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Masjidillah, Jl. Karang Menjangan No. 108, Surabaya ini menjadi momentum krusial untuk meneguhkan peran keluarga sebagai basis utama kaderisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, ahad (22/2/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan warga dari PCA Gubeng, PRA Mojo, serta PRA Airlangga. Menghadirkan narasumber dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, Ibunda Dra. Nurul Kartika Ayu, kajian ini mengupas tuntas strategi mencetak generasi pelangsung dan penyempurna gerakan dari unit terkecil masyarakat.
Apresiasi dan Harapan Ketua PCA Gubeng
Dalam sambutannya, Ketua PCA Gubeng, Ustadzah Erniwati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat.
“Kami menghaturkan banyak terima kasih atas kerja sama, atensi, dan dukungannya sehingga Kajian Rutin Serentak Tahunan ini terselenggara dengan sukses. Semoga materi dari Ibunda Nurul Kartika Ayu menjadikan kita semua tidak hanya mengerti, tetapi semakin paham langkah nyata sebagai kader Muhammadiyah, khususnya kader ‘Aisyiyah. Mari bergandengan tangan mewujudkan ‘Aisyiyah yang berkemajuan dan mencerahkan,” tutur beliau dengan penuh semangat.
Keluarga: Laboratorium Kaderisasi
Ustadzah Nurul Kartika Ayu dalam paparannya menekankan bahwa kondisi saat ini seringkali menunjukkan aktifnya pimpinan organisasi namun belum sepenuhnya melibatkan keluarga, sehingga muncul tantangan dalam regenerasi. Beliau menegaskan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan tiang utama kehidupan umat yang memiliki fungsi kaderisasi sesuai amanat PHIWM dan keputusan Tarjih.
Beberapa poin strategis yang disampaikan untuk diterapkan oleh ibu-ibu ‘Aisyiyah meliputi:
a. Dialog dan Musyawarah : Membiasakan diskusi keluarga mengenai pentingnya berorganisasi dengan cara yang hikmah dan menyenangkan.
b. Kader Kintilan : Membangun kedekatan emosi dengan mengajak anak dalam kegiatan organisasi sejak dini agar tumbuh rasa cinta pada persyarikatan.
c. Dukungan Psikologis : Melibatkan keluarga dalam persiapan tugas organisasi guna menanamkan rasa memiliki terhadap perjuangan dakwah.
d. Optimalisasi Ortom : Mengarahkan anggota keluarga untuk aktif di Organisasi Otonom (Ortom) seperti IPM, IMM, NA, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, hingga Hizbul Wathan sebagai wadah pembinaan formal.
Menuju ‘Aisyiyah yang Berkelanjutan
Kajian ini menegaskan bahwa perjuangan ‘Aisyiyah membutuhkan dukungan kuat dari keluarga agar misi organisasi dapat berjalan secara berkesinambungan. Dengan menjadikan rumah sebagai basis kaderisasi, diharapkan muncul kader-kader yang memiliki kompetensi, komitmen, dan karakter kuat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan.
Acara ditutup dengan komitmen kolektif dari seluruh pimpinan ranting yang hadir untuk lebih inklusif dalam membina keluarga besar Muhammadiyah di wilayah Gubeng.
Penulis Nur Rochma Fadillah

