RAMADHAN BULAN AL QUR’AN

Syaukani

Ngaji Dino Iki # 2008

RAMADHAN BULAN AL QUR’AN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

The command Iqra’ is repeated because reading will not become firmly rooted in the soul without consistency and istiqamah.
(“Perintah Iqra’ diulang karena membaca tidak akan bisa terpatri ke dalam jiwa apabila tidak diiringi dengan konsistensi dan keistiqomahan.”).

Allah swt mengulang firman-Nya Bacalah ! di ayat pertama dan ketiga surah Al-‘Alaq.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ—خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ—اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ—
Proclaim ! (or Read !) In the name of thy Lord and Cherisher, Who created — Created man, out of a (mere) clot of congealed blood — Proclaim ! and thy Lord is Most Bountiful.
Artinya:
Bacalah ! dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan — Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah — Bacalah ! dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (QS. al ‘Alaq: 1-3).

Dijelaskan dalam tafsir Al-Maraghi agar kita membaca dengan benar (haqqa tilawatih) sebagaimana firman-Nya:
الَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Those to whom We have sent the Book study it as it should be studied: they are the ones that believe therein: those who reject faith therein, the loss is their own.
Artinya:
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi (QS. Al-Baqarah: 121)

Dan diulang-ulang pesan membacanya agar pesan-Nya benar-benar dihayati.
Pesan pesan yang terkandung dalam al Qur’an, hakekatnya adalah Hidayah dari Allah swt.
Sebagaimana firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Ramadan is the (month) in which was sent down the Qur-an, as a guide to mankind, also Clear (Signs) for guidance and judgment (between right and wrong).
Artinya:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. al Baqarah: 185).

Ibnu Mas’ud ra berpesan:
“Pelajarilah Al-Qur’an sedikit demi sedikit, karena hati tidak mampu menerimanya sekaligus.”

Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menambahkan:
“Mengulang pelajaran adalah jalan utama untuk memantapkan ilmu dalam hati.”

Ibnu Mas’ud ra juga berpesan:
“Membaca dengan bacaan yang sebenarnya ialah menghalalkan yang dihalalkannya, mengharamkan yang diharamkannya, membacanya seperti yang diturunkan Allah, tidak mengubah-ubahnya.”

Jadikan al Qur’an sebagai bacaan harian, terutama di saat bulan Ramadhan.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, M.A.
Wakil ketua PDM Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *