SHALAT DAN KEKAYAAN ABADI

Imam Syaukani

Ngaji Dino Iki # 1891

SHALAT DAN KEKAYAAN ABADI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

If you work hard for money, but you miss your daily prayer, you are poor. Allah swt is the one who makes you rich: financially and spiritually.
(“Jika kamu bekerja keras untuk uang, tapi melalaikan shalat, maka kamu miskin. Allah-lah yang membuatmu kaya: secara finansial maupun spiritual.”)

Rezeki telah dijamin oleh Allah. Sebagaimana firman-Nya:
اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Allah doth enlarge, or grant by (strict) measure, the Sustenance (which He giveth) to whom so He pleaseth. (The worldly) rejoice in the life of this world: but the life of this world is but little comfort in the Hereafter.
Artinya:
“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki).” Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
(Ar-Ra’d: 26).

Shalat bisa menjadi sarana memohon rezeki yang berkah. Implikasi meninggalkan Rukun Islam ke-2 ini sangatlah berat.
Rasulallah saw telah bersabda:
إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Sunan Nasa’i 459: “Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya berarti kafir.” (an-Nasai: 459)

Karena itu bersabarlah dalam ketaatan. Ini menjadi jalan ke surga.

Allah swt berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
Enjoin prayer on thy people, and be constant therein. We ask thee not to provide sustenance: We provide it for thee. But the (fruit of) the Hereafter is for righteousness.
Artinya:
“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaha: 132)

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, MA
Wakil ketua PDM Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *