Urwah bin Zubair Ulama Muda yang Gagah, Sabar, dan Penuh Ilmu

Kabartabligh.com – Bayangkan begini, seorang ulama muda, ganteng, cerdas, hafal ribuan hadits, ahli tafsir, tapi tetap rendah hati. Suatu hari, kakinya harus diamputasi tanpa bius, dan di hari yang sama anaknya meninggal dunia. Berat banget, kan? Tapi luar biasanya, yang keluar dari lisannya hanyalah pujian kepada Allah. Itulah Urwah bin Zubair, sosok inspiratif yang harus dikenal generasi muda.
Urwah bin Zubair Lahir dari Keluarga Pejuang
Urwah bin Zubair lahir di Madinah tahun 22 H. Ayahnya adalah Az-Zubair bin Awwam, salah satu dari 10 sahabat Nabi ﷺ yang dijamin masuk surga. Ibunya, Asma binti Abu Bakar, putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Jadi, sejak kecil Urwah sudah hidup di lingkungan rumah yang penuh iman, ilmu, dan keberanian.
Dan jangan lupa, beliau juga keponakan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi ﷺ yang menjadi guru utama banyak ulama. Dari Aisyah inilah Urwah belajar langsung ilmu hadits dan fiqih.
Menjadi Ulama Besar Madinah
Seiring waktu, Urwah bin Zubair tumbuh jadi ulama top. Beliau terkenal sebagai salah satu dari tujuh fuqaha Madinah tokoh-tokoh yang menjadi rujukan umat Islam dalam ilmu fiqih dan tafsir. Banyak hadits Nabi ﷺ yang kita baca sekarang sampai kepada kita lewat jalur Urwah.
Bayangkan, ilmu yang beliau kumpulkan dengan susah payah di abad pertama Hijriyah, masih bisa kita pelajari 14 abad kemudian.
Ujian Berat, Hati yang Lapang
Salah satu kisah paling menggetarkan dari hidupnya terjadi saat beliau terkena penyakit parah di kakinya. Solusinya cuma satu, amputasi. Tanpa bius, Urwah hanya berzikir dan bersabar sampai kakinya di potong.
Seakan belum cukup, pada hari yang sama beliau juga kehilangan anaknya yang wafat. Tapi yang keluar dari lisannya bukan keluhan, melainkan doa menakjubkan:
“Ya Allah, Engkau telah memberiku empat anggota tubuh, lalu Engkau hanya mengambil satu. Engkau memberiku empat anak, lalu Engkau hanya mengambil satu. Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau berikan dan apa yang Engkau ambil.”
Bayangin, gimana tebalnya iman dan sabarnya beliau.
Pelajaran Buat Kita
Dari kisah Urwah bin Zubair, ada banyak hal yang bisa kita tiru:
-
Semangat Belajar – jangan malas menuntut ilmu, karena ilmu itulah yang jadi warisan abadi.
-
Sabar Saat Ujian – jangan mudah mengeluh, selalu lihat nikmat yang tersisa.
-
Jadi Generasi Kuat – tumbuh di keluarga pejuang, Urwah meneruskan tradisi kebaikan.
Jadi, kalau kita hari ini suka malas belajar, gampang nyerah, atau sering ngeluh sama ujian hidup, coba ingat Urwah bin Zubair. Ulama muda yang kakinya terpotong, anaknya wafat, tapi semangat ilmunya tetap menyala, sabarnya tetap luar biasa.