Usia Muda Masa Emas untuk Berkarya
Kabartabligh.com – Allah memberikan clue siklus hidup manusia dalam QS. Ar-Rum ayat 54. Manusia menjalani 3 fase utama dalam kehidupannya, fase satu dalam keadaan lemah, fase dua menjadi kuat, kemudian fase tiga kembali lemah dan beruban.
Fase “kuat” itulah masa muda, masa emas yang penuh energi dan idealisme. Mereka kuat secara fisik, tajam daya pikirnya, dan semangat mendobrak status quo. Jika pemuda menyadari siklus kehidupan ini, ia akan memahami bahwa masa muda bukan fase rebahan melainkan fase produktif menggerakkan perubahan.
Raja Romawi saking penasaran dengan pemuda muslim didikan Rasulullah, ia mengutus intelijen untuk mengamati keseharian para sahabat muda nabi di Madinah. Sekembali ke Romawi Spionase itu bergegas menemui raja.
Mereka menggambarkan pemuda muslim dalam kalimat “Ruhbanul Lail wa Fursanun Nahar”, Pemuda muslim seperti rahib yang sibuk ibadah di malam hari dan ksatria tangguh menunggang kuda di siang hari.
Sahabat muda Rasulullah dibentuk dengan kekuatan spiritual, emosional, dan intelektual yang mumpuni. Mereka selain shalih secara ritual juga shalih sosial.
Di malam hari mereka khusyu’ dalam sujud dan munajat, siang mereka sibuk bekerja dan berkarya penuh peluh keringat. Mereka dididik Rasulullah dengan fondasi akidah yang kuat dan spirit berkarya dalam amal yang nyata.
Allah mengkisahkan pemuda-pemuda hebat di dalam Al-Qur’an. Nabi Yusuf yang teguh menjaga kehormatan di usia muda. Ashabul Ukhdud yang teguh dalam keyakinan meski ditekan raja zalim.
Juga kisah tujuh pemuda penghuni gua yang menjadi simbol keberanian mempertahankan iman di meski nyawa menjadi taruhan.
Muda itu hijau, simbol produktivitas dan kekuatan. Indonesia hari ini didominasi Generasi Z (27,94%), melampaui Generasi Y (25,87%). Generasi ini sering dilabeli “Si Paling Healing” yang mudah cemas akan masa depan akibat terpapar standar kesuksesan instan di media sosial.
Namun mereka juga “Si Pembawa Perubahan”: digital native, kreatif, inovatif, multitasking, bahkan memiliki minat tinggi terhadap entrepreneurship.
Generasi muda tanpa batas yang di gadang-gadang sebagai harapan cemerlang untuk Indonesia emas 2045.
David Stillman dan Jonah Stillman dalam buku Gen Z @ Work: How The Next Generation is Transforming the Workplace mengatakan bahwa Gen Z memiliki karakter figital (fisik-digital menyatu), FOMO, hiperkustomisasi, terpacu, realistis, weconomist (kolaboratif).
Semua karakter ini bisa menjadi kekuatan dahsyat bila bangun dengan fondasi akidah dan akhlak islami sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah.
Sejarah mencatat betapa banyak prestasi yang ditorehkan anak muda. Sultan Agung menjadi raja di usia 20 tahun. Harun al-Rasyid menjadi khalifah di usia 20 tahun. Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel di usia 22 tahun.
Di usia 18 tahun Usamah bin Zaid memimpin pasukan melawan Romawi. Soekarno telah berpidato di forum Syarikat Islam pada usia 14 tahun.
Dalam bidang ilmu, Imam Syafi’i hafal Al-Qur’an di usia 7 tahun dan Al-Muwatha’ di usia 10 tahun. Ibnu Jauzi menghasilkan 300 buku, dan Imam Al-Ghazali mengarang ratusan karya monumental yang karyanya tak lekang oleh zaman.
Mayoritas perawi hadits adalah anak muda, 67% hadits diriwayatkan oleh sahabat yang berusia di bawah 30 tahun. Abu Hurairah meriwayatkan 5.374 hadits. Abdullah ibnu Umar sebanyak 2.630 hadits. Aisyah binti Abu Bakar 2.210 hadits. Sedangkan Ibnu Abbas meriwayatkan 1.660 hadits.
Masa muda adalah fase masa emas yang datang hanya satu kali. Ketika masa emas itu digunakan untuk menguatkan akidah, belajar, dan berkarya maka mereka akan mengukir sejarah sebagai penggerak perubahan.

