BERSIH HATI, BERSIH LINGKUNGAN
Ngaji Dino Iki # 1997
BERSIH HATI, BERSIH LINGKUNGAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Keep your house clean like expecting guests, and keep your heart clean like expecting death.
(Bersihkan rumahmu seolah-olah kau menanti tamu, dan bersihkan hatimu seolah-olah kau menanti kematian.)
Membersihkan rumah bukan sekadar rutinitas, tapi menjaga salah satu kesukaan Allah swt.
Rasulallah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Shahih Muslim 131: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.”
Lingkungan yang bersih-rapi menciptakan ketenangan, mencegah penyakit, dan seperti kata Ibnul Qayyim:
“Kebersihan rumah adalah bagian dari iman; ia mengusir setan dan mendatangkan rahmat.”
Hati yang kotor oleh dosa dan dengki bagaikan cermin berdebu, tak mampu memantulkan cahaya kebenaran.
Seperti yang diriwayatkan sebuah hadits:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى يَعْلُوَ قَلْبَهُ ذَاكَ الرَّيْنُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ{ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }
Musnad Ahmad 7611: “Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa maka akan ada satu noda hitam di hatinya, jika ia bertaubat dan berlepas dari dosanya maka hatinya akan menjadi bersih, namun jika dosanya bertambah maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya, itulah noda yang disebutkan oleh Allah Azza Wa Jalla dalam Al Qur`an: “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya dosa yang mereka perbuat itu menutupi hati mereka.”
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Hati itu cepat berkarat sebagaimana besi yang berkarat bila kena air.” Lalu ditanyakan, “Apa pembersihnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Banyak mengingat mati dan membaca Al-Qur’an.” (Al-Baihaqi, Syu’abul Iman: 9767).
Kematian bisa datang kapan saja; mari bersegera mempersiapkan bekal terbaik. Yang berpangkal Bersih hati karena Iman, dan bersih lingkungan karena memenuhi fitrah kemanusiaan.
Abu Bakrah berkata; Nabi saw melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda:
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَيُعَذَّبُ فِي الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُعَذَّبُ فِي الْغَيْبَةِ
Sunan Ibnu Majah 343: “Keduanya sedang disiksa, dan mereka disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak menjaga kebersihan ketika kencing dan yang lain disiksa karena berbuat ghibah.”
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari sahabatmu
Dr. Imam Syaukani, M.A.
Wakil ketua PDM Surabaya

