MENYAMBUT KEMENANGAN

Imam Syaukani

Ngaji Dino Iki # 1881

MENYAMBUT KEMENANGAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Whilst we make use of Ramadhan to quit our bad ways and habits, let us remember that the crescent of Eid does not signal their return.
(“Kita manfaatkan Ramadhan untuk meninggalkan kebiasaan buruk, jadi ingatlah, munculnya hilal Idul Fitri bukanlah pertanda kembalinya kebiasaan (buruk) tersebut.”)

Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah akan berlalu.
Pemenang sesungguhnya adalah mereka yang bisa tetap istiqamah di 11 bulan pasca Ramadhan.

Allah swt berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Therefore stand firm (in the straight path) as thou art commanded…..
Artinya:
“Beristiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu…” (Hud: 112).

Allah swt juga berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ–أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Verily those who say, “Our Lord is Allah,” and remain firm (on that Path), on them shall be no fear, nor shall they grieve. — Such shall be Companions of the Garden, dwelling therein (for aye): a recompense for their (good) deeds.
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita — Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (QS. al Ahqaf: 13 – 14).

Imam Al-Ghazali dalam ‘Ihya-nya pun berkata:
“Tanda diterimanya amal Ramadan adalah istiqamah dalam kebaikan setelahnya.”

Di akhir Ramadhan ini, ada doa yang masyhur di masyarakat Syam:
“Allahumma laa taj’alhu aakhiral ‘ahdi min shiyaamina iyyah, fa-in ja’altahu faj’alnii marhuuman wa laa taj’ani mahruuma
(Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini dirahmati bukan yang hampa semata).”
Aamiin yaa rabbal ‘aalamien.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari sahabatmu

Dr. Imam Syaukani, MA
Wakil ketua PDM Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *