Proses Pengangkatan Utsman bin Affan sebagai Khalifah

Kabartabligh.com – Proses Pengangkatan Utsman bin Affan sebagai Khalifah. Setelah wafatnya Khalifah Umar bin Khattab, sebuah dewan syura (musyawarah) dibentuk untuk memilih penggantinya. Dewan ini terdiri dari enam sahabat senior yang ditunjuk oleh Umar sendiri sebelum meninggal, yaitu:
- Utsman bin Affan
- Ali bin Abi Thalib
- Abdurrahman bin Auf
- Sa’ad bin Abi Waqqash
- Thalhah bin Ubaidillah
- Zubair bin Awwam
Dewan ini bertugas untuk mencapai konsensus. Proses pemilihan berlangsung dengan musyawarah yang intens. Akhirnya, Abdurrahman bin Auf, setelah berkonsultasi dengan banyak orang di Madinah, menunjuk Utsman bin Affan sebagai kandidat yang paling didukung. Utsman kemudian secara resmi dibaiat (diikrarkan) sebagai khalifah ketiga.
Kebijakan Strategis di Masa Kekhalifahan Utsman
Masa kepemimpinan Utsman bin Affan ditandai dengan berbagai kebijakan strategis yang signifikan.
Ekspansi Wilayah
Pada masanya, kekuasaan Islam meluas dengan pesat. Pasukan Muslim berhasil menaklukkan beberapa wilayah penting, di antaranya:
- Afrika Utara: Penaklukan berlanjut hingga ke wilayah Tunisia modern.
- Siprus: Pulau strategis di Laut Mediterania ini berhasil ditaklukkan, menandai keberhasilan angkatan laut Muslim.
- Asia Tengah: Penaklukan meluas ke wilayah-wilayah seperti Khurasan dan Transoxiana.
Ekspansi ini tidak hanya menambah luas wilayah, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam ke berbagai penjuru dunia.
Pembangunan Infrastruktur
Utsman bin Affan juga memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan umat:
- Pembangunan Bendungan dan Jalan: Berbagai bendungan dan jalan dibangun untuk memudahkan transportasi dan irigasi, yang berdampak positif pada sektor pertanian.
- Perluasan Masjid: Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah diperluas dan diperindah untuk menampung jumlah jamaah yang semakin bertambah. Ini menunjukkan kepeduliannya terhadap fasilitas ibadah umat.
Manajemen Ekonomi
Di bawah kepemimpinan Utsman, pengelolaan keuangan negara (baitul mal) berjalan dengan baik. Kebijakannya meliputi:
- Peningkatan Kesejahteraan: Utsman menerapkan kebijakan ekonomi yang menguntungkan rakyat. Hasil dari penaklukan dan perdagangan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umum, seperti pemberian tunjangan kepada masyarakat miskin.
- Reforma Keuangan: Meskipun sering dituduh nepotisme oleh beberapa kelompok karena memberikan posisi penting kepada kerabatnya, Utsman secara umum mengelola baitul mal dengan transparan dan memprioritaskan kepentingan umat.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa Utsman bin Affan adalah seorang pemimpin yang visioner dan mampu membawa peradaban Islam menuju era keemasan. Meskipun masa kepemimpinannya berakhir dengan konflik internal, warisan kebijakan dan kontribusinya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Islam.