Syaukani

KENDALIKAN EMOSI KITA

Ngaji Dino Iki # 1902 KENDALIKAN EMOSI KITA Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Anger is the feeling that makes our mouth work faster than our mind.(“Kemarahan adalah perasaan yang membuat mulut kita bekerja lebih cepat dari pikiran kita.”) Allah swt telah berfirman:وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌAnd still the indignation of their…

Read More

Idul Adha 2025, Sejarah dan Maknanya Menyambut Idul Adha

Kabartabligh.com – Idul Adha 2025 diperkirakan akan jatuh pada tanggal 6 Juni 2025, menyesuaikan dengan kalender hijriah 10 Dzulhijjah 1446 H. Sebagai salah satu hari besar umat Islam, Idul Adha memiliki sejarah panjang dan makna spiritual yang dalam. Momentum ini tidak hanya dirayakan dengan salat Id dan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga merupakan pengingat tentang…

Read More
Syaukani

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Ngaji Dino Iki # 1899 BANGKIT DARI KETERPURUKAN Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Expecting things to change without putting any effort is like waiting for ship at the airport.(“Mengharapkan sesuatu berubah tanpa berusaha, ibarat menunggu kapal laut tiba di bandara.”) Laman MindsetMadeBetter menuliskan:“Membuat perubahan yang berarti dalam hidup mengharuskan Anda berupaya untuk mewujudkannya.Setiap hari, banyak orang berharap…

Read More

Manhaj Tarjih Muhammadiyah: Jalan Tengah Ijtihad Progresif Umat Islam

Qaem Aulassyahied Pemateri Pelatihan Kader Tarjih Nasional Muhammadiyah Kabartabligh.com – Dalam arus deras kehidupan umat Islam hari ini, umat menghadapi banyak persoalan baru yang kompleks, mulai dari konflik ibadah, dinamika sosial keagamaan, hingga tuntutan globalisasi yang menuntut respons cepat dan tepat. Di tengah kebutuhan akan panduan keislaman yang otentik namun adaptif, Manhaj Tarjih Muhammadiyah hadir…

Read More

Memahami Hadis dalam Bingkai Tajdid Muhammadiyah

Kabartabligh.com – Dalam upaya membumikan Islam berkemajuan di tengah perubahan zaman, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modernis menegaskan pentingnya metodologi ilmiah dalam memahami hadis . Hal ini tercermin dalam pemaparan Abbas Baco Miro pada Pelatihan Kader Tarjih Nasional Batch 1 wilayah Indonesia Timur yang diselenggarakan pada Jumat, 30 Mei 2025 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Dengan tajuk…

Read More

Menyiapkan Kader Ulama Tarjih Muhammadiyah di Makassar

Kabartabligh.com – Dalam upaya menyiapkan generasi ulama tarjih yang kompeten, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menyelenggarakan Pelatihan Kader Tarjih Nasional di Makassar. Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar strategis untuk memperkuat kapasitas intelektual dan spiritual kader-kader muda Muhammadiyah, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan manhaj tarjih sebagai kerangka pemikiran keislaman yang khas. Pelatihan ini bertujuan tidak…

Read More

Muhammadiyah Kukuhkan Tiga Pendekatan Ijtihad: Satukan Wahyu, Akal, dan Nurani

Kabartabligh.com – Muhammadiyah menegaskan kembali pentingnya pendekatan ijtihad yang moderat, rasional, dan kontekstual dalam merespons tantangan keagamaan modern. Melalui Manhaj Tarjih, organisasi Islam modernis ini merumuskan metode istinbath hukum Islam yang tidak fanatik mazhab, melainkan berpijak pada tiga pendekatan utama: bayani, burhani, dan irfani. Hal ini ditegaskan dalam Pelatihan Kader Tarjih Nasional yang digelar di…

Read More

Menjawab Tantangan Zaman: Urgensi Rekonstruksi Metodologi Tafsir al-Qur’an

Kabartabligh.com –  Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pelatihan Kader Tarjih Nasional (PKTN) di Hotel Aryaduta, Makassar, Rabu (28/5/2025). Kegiatan ini akan berlangsung hingga Ahad (1/6/2025) dan diikuti oleh para kader pilihan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam sesi materi utama, Ketua MTT PP Muhammadiyah, Dr. Hamim Ilyas, M.Ag., memaparkan urgensi rekonstruksi…

Read More
Syaukani

WATAK KITA, TERLIHAT SAAT SAFAR

Ngaji Dino Iki: # 1897 WATAK KITA, TERLIHAT SAAT SAFAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Traveling tends to magnify all human emotions.(“Bepergian cenderung memperbesar semua emosi manusia.”) Saat bepergian (safar) tentu kita ingin semuanya menyenangkan.Perjalanannya, tempat tujuannya, makanannya. Tidak ada kendala berarti. Perasaan senang tentu membuncah. Namun, bila ada satu atau lebih kejadian yang tak sesuai harapan,…

Read More