Manasik Haji TPQ Tunas Melati Surabaya Tanamkan Cinta Baitullah Sejak Dini

Kabartabligh.com – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Manasik Haji yang diselenggarakan TPQ Tunas Melati MGSI W12–15 Surabaya di Masjid GSI Surabaya, Jumat (26/6/2026). Puluhan santri mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembinaan spiritual sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus sarat makna. Para santri mempraktikkan seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari niat ihram, membaca talbiyah, thawaf mengelilingi replika Ka’bah, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah, hingga tahallul.

Seluruh rangkaian dipandu oleh Ustadzah Siti Mariyati dari KBIHMu Surabaya selaku muthowif. Dengan pendekatan yang komunikatif, ia tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah haji, tetapi juga menjelaskan hikmah di balik setiap rukun dan wajib haji sehingga mudah dipahami para santri.

Kepala TPQ Tunas Melati, Ustadz Barid Sa’dan, menegaskan bahwa kegiatan manasik haji merupakan bagian dari upaya membentuk karakter Islami sekaligus menanamkan kecintaan kepada Baitullah.

“Manasik haji bukan sekadar mengenalkan tata cara ibadah, tetapi merupakan ikhtiar menanamkan tauhid, kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, dan kerinduan kepada Baitullah sejak usia dini. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang kelak dipanggil Allah untuk menunaikan ibadah haji yang mabrur serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua Takmir Masjid GSI Surabaya, Ustadz Fathoroni. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat, termasuk dalam membentuk generasi Qur’ani.

“Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan umat. Kami menyambut baik kegiatan manasik haji ini sebagai bagian dari pembinaan karakter Islami. Semoga Masjid GSI terus menjadi rumah bagi lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, memakmurkan masjid, dan merindukan Baitullah,” tuturnya.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seluruh santri secara serempak melantunkan talbiyah, “Labbaikallahumma Labbaik, Labbaika Laa Syarika Laka Labbaik.” Lantunan dari bibir-bibir mungil itu menghadirkan suasana khusyuk sekaligus menjadi doa agar suatu hari mereka benar-benar mendapat panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Semangat mengenalkan ibadah haji kepada anak-anak sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 27 yang memerintahkan agar manusia diseru untuk menunaikan haji. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa “Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lebih dari sekadar simulasi, manasik haji menjadi media pembelajaran nilai-nilai kehidupan. Pakaian ihram mengajarkan kesetaraan manusia di hadapan Allah, thawaf mengingatkan agar hidup selalu berpusat pada ketaatan kepada-Nya, sa’i mengajarkan pentingnya ikhtiar setelah berdoa, sedangkan wukuf menjadi pengingat akan Padang Mahsyar, tempat seluruh manusia mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.

Melalui kegiatan ini, TPQ Tunas Melati MGSI W12–15 Surabaya berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan mencintai ibadah sejak usia dini.

Dengan semangat “Belajar hari ini, beribadah sepanjang hayat, dan meraih haji mabrur di masa depan, insya Allah,” kegiatan manasik haji ini menjadi investasi pendidikan yang diharapkan membekas dalam hati setiap santri hingga dewasa kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *