Lazismu Jatim Tebar Kurban di Bali, Menguatkan Dakwah di Tengah Minoritas Muslim

Kabartabligh.com – Perjalanan dakwah kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriyah tidak hanya membawa hewan kurban, tetapi juga semangat penguatan dakwah di daerah minoritas Muslim. Dari Gedung Kemanusiaan Lazismu Jatim, rombongan bergerak menuju Bali membawa amanah kurban 150 ekor sapi yang akan dijadikan rendangmu.

Salah satu agenda perjalanan itu berlangsung di lingkungan Gedung Dakwah dan Pendidikan , Jalan Imam Bonjol No 51 Denpasar, Rabu (27/5/2026).

Pagi itu, rombongan mengikuti Shalat Idul Adha bersama warga Muhammadiyah Bali di halaman  Gedung Dakwah dan Pendidikan Kompleks pendidikan tersebut menaungi SD Muhammadiyah 1 Denpasar, SMP Muhammadiyah 1 Denpasar hingga TK ABA 1 dan PAUD Aisyiyah Denpasar.

Shalat Id dipimpin Imam Andre Kurniawan SE. Sementara khutbah disampaikan Wakil Ketua PWM Bali , Drs H Jawas Sokan.

Dalam khutbah bertema Pelajaran Cinta dan Ketaatan dari Keluarga Nabi Ibrahim AS, Jawas mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat tauhid dan ketahanan keluarga.

“Sebagian saudara kita sedang melaksanakan ibadah haji, sebagian lagi melaksanakan Idul Adha. Jangan melupakan saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Jawas di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS merupakan sosok sentral dalam sejarah tauhid. Menurutnya, pelajaran terbesar dari keluarga Nabi Ibrahim bukan hanya tentang penyembelihan Nabi Ismail AS, melainkan proses pendidikan iman dalam keluarga.

“Ketaatan itu lahir dari proses tarbiyah yang panjang. Nabi Ibrahim mendidik keluarganya dengan tauhid dan keteladanan,” katanya.

Jawas juga menyinggung tantangan kehidupan modern yang dinilai semakin materialistis. Menurut dia, manusia saat ini cenderung mengejar kehidupan dunia dan melupakan orientasi akhirat.

“Ketika manusia mulai dipengaruhi materi dan meninggalkan akhirat, maka kehancuran akan datang,” ujarnya.

Ia mencontohkan keteguhan Siti Hajar saat menerima perintah Allah melalui Nabi Ibrahim untuk tinggal di lembah tandus Makkah. Dari peristiwa itu lahir keteladanan tentang keyakinan dan kepasrahan kepada Allah SWT.

“Inilah nilai tauhid yang mengalahkan akal dan perasaan,” katanya.

Selain mengikuti Shalat Id, rombongan lazismu jatim juga memantau pemotongan hewan kurban di lingkungan Muhammadiyah Bali RPH Mambal 150 Sapi.

Di SD Muhammadiyah 1 Denpasar tercatat 2 ekor sapi dan 6 kambing. Tingkat SMP menerima 2 sapi dan 4 kambing, sedangkan Rumah Sosial memperoleh 4 sapi dan 28 kambing.

Adapun turut menyalurkan 5 ekor hewan kurban untuk mendukung dakwah dan pelayanan sosial di PWM Bali.

Perjalanan dakwah kurban ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat syiar Islam di daerah minoritas Muslim melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan penguatan nilai tauhid di tengah masyarakat.

Penulis Syahroni Nur Wachid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *